AUFANIDA AHMAD, MAYADDA ALYA (2026) KARAKTERISTIK PASIEN DIABETIC FOOT ULCER BERDASARKAN KLASIFIKASI MEGGITT-WAGNER DI RSUD ANUTAPURA PALU PERIODE TAHUN 2023-2024. Sarjana (S1) thesis, Universitas Alkhairaat Palu.
COVER+DAPUS_MAYADDA ALYA AUFANIDA AHMAD.pdf
Download (1MB)
SKRIPSI_MAYADDA ALYA AUFANIDA AHMAD_FULLTEXT.pdf
Download (3MB)
Abstract
INTISARI
Latar Belakang : Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Diabetic foot ulcer terjadi akibat kombinasi neuropati, iskemia, dan infeksi yang menyebabkan kerusakan jaringan dan berisiko amputasi. Penilaian derajat luka menggunakan klasifikasi Meggitt-Wagner penting untuk menggambarkan tingkat keparahan serta membantu penatalaksanaan pasien.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik derajat ulkus berdasarkan klasifikasi Meggitt-Wagner serta karakteristik klinis pasien diabetic foot ulcer meliputi kadar HbA1c, indeks massa tubuh (IMT), usia, dan jenis kelamin di RSUD Anutapura Palu periode 2023–2024.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien diabetic foot ulcer. Sampel diambil dengan teknik total sampling dan diperoleh sebanyak 69 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien.
Hasil : Hasil penelitian terhadap 69 pasien diabetic foot ulcer menunjukkan derajat keparahan menurut klasifikasi Meggitt-Wagner berada di derajat 4 (40,6%). Sementara itu, usia pertengahan dan jenis kelamin pasien perempuan menunjukkan prevalensi diabetic foot ulcer yang lebih tinggi. Mayoritas pasien memiliki IMT underweight (95,7%). Seluruh pasien memiliki kadar HbA1c >7% yang menandakan target kontrol glikemik tidak tercapai. Tatalaksana yang diterapkan pada pasien bervariasi, dengan sebagian besar pasien menerima tindakan debridement, diikuti amputasi minor dan mayor.
Kesimpulan : Mayoritas pasien diabetic foot ulcer datang dengan derajat ulkus yang sudah berat dan kontrol glikemik yang buruk. Sebagian besar pasien juga memiliki IMT kategori underweight, yang dapat memengaruhi kondisi klinis dan proses penyembuhan luka. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini, pengendalian gula darah, serta perhatian terhadap status nutrisi dalam penatalaksanaan diabetic foot ulcer untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan menurunkan risiko amputasi.
Kata Kunci : Ulkus Kaki Diabetik, Diabetes Melitus, Meggitt-Wagner,
HbA1c, Indeks Massa Tubuh, Tatalaksana, Amputasi.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Ulkus Kaki Diabetik, Diabetes Melitus, Meggitt-Wagner, HbA1c, Indeks Massa Tubuh, Tatalaksana, Amputasi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
| Fakultas / Prodi: | Prodi Kedokteran |
| Depositing User: | Admin |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:16 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:16 |
| URI: | http://repository.fkunisa.my.id/id/eprint/45 |

