HUBUNGAN HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM DENGAN KEBERHASILAN TERAPI TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SANGURARA PALU

NABILA, NAJWA (2026) HUBUNGAN HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM DENGAN KEBERHASILAN TERAPI TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SANGURARA PALU. Sarjana (S1) thesis, Universitas Alkhairaat Palu.

[thumbnail of COVER+DAPUS_NAJWA NABILA.pdf] Text
COVER+DAPUS_NAJWA NABILA.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI_NAJWA NABILA_FULLTEXT.pdf] Text
SKRIPSI_NAJWA NABILA_FULLTEXT.pdf

Download (2MB)

Abstract

INTISARI

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan global dengan keberhasilan terapi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pemeriksaan sputum merupakan metode utama dalam diagnosis dan pemantauan terapi TB paru, yang digunakan untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis serta menilai respons pengobatan melalui konversi sputum dari positif menjadi negatif. Konversi sputum menjadi indikator penting dalam menentukan keberhasilan terapi dan prognosis pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hasil pemeriksaan sputum dengan keberhasilan terapi tuberkulosis paru.
Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sangurara Palu, menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain retrospektif menggunakan data sekunder pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sangurara Palu periode 2021–2024 dengan jumlah sampel 240 pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan antar variabel, serta analisis regresi logistik.
Hasil: Hasil penelitian terhadap 240 pasien menunjukkan bahwa sebagian besar pasien dinyatakan sembuh (83,8%) dan memiliki kepatuhan pengobatan yang baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat memiliki hubungan yang sangat bermakna dengan keberhasilan terapi (p < 0,001), di mana seluruh pasien tidak patuh mengalami putus obat, sedangkan hampir seluruh pasien patuh dinyatakan sembuh. Selain itu, hasil pemeriksaan sputum kedua juga berhubungan signifikan dengan keberhasilan terapi (p = 0,001), dengan mayoritas pasien BTA negatif mencapai kesembuhan. Sementara itu, variabel usia (p = 0,874), jenis kelamin (p = 0,071), dan hasil pemeriksaan sputum pertama menggunakan TCM (p = 0,385) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Kesimpulan: Kepatuhan minum obat dan hasil pemeriksaan sputum kedua merupakan faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi tuberkulosis paru. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pasien serta pemantauan rutin melalui pemeriksaan sputum diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, kepatuhan Pengobatan, Pemeriksaan Sputum, keberhasilan terapi

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, kepatuhan Pengobatan, Pemeriksaan Sputum, keberhasilan terapi
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Fakultas / Prodi: Prodi Kedokteran
Depositing User: Admin
Date Deposited: 19 Jun 2026 06:10
Last Modified: 19 Jun 2026 06:10
URI: http://repository.fkunisa.my.id/id/eprint/44

Actions (login required)

View Item
View Item