MUFLIHA, SUCIANA SAFIKA (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO MORTALITAS PADA PENDERITA SEPSIS YANG DIRAWAT INAP DI ICU RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2023-2025. Sarjana (S1) thesis, Universitas Alkhairaat Palu.
COVER+DAPUS_SUCIANA SAFIKA MUFLIHA.pdf
Download (857kB)
SKRIPSI_SUCIANA SAFIKA MUFLIHA_FULLTEXT.pdf
Download (2MB)
Abstract
INTISARI
Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi kegagalan organ yang dapat mengancam jiwa akibat respon host yang tidak tepat terhadap infeksi. Sepsis seringkali menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Risiko berkembangnya infeksi pada sepsis dapat dipengaruhi oleh faktor usia lanjut, tingkat keparahan penyakit dan pemasangan alat invasif. Prognosis penderita
sepsis dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk penyakit yang mendasari, mikroorganisme infeksius, penyakit komorbid dan terapi intervensi di ICU.
Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya mortalitas pada penderita sepsis yang dirawat inap di ICU RSUD Anutapura Palu tahun 2023-2025.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control study. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Setiap data yang diperoleh,
dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS 30.0.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi mortalitas pada penderita sepsis tercatat sebanyak 24 penderita meninggal dari 47 penderita yang dirawat inap di ICU RSUD Anutapura Palu tahun 2023-2025. Berdasarkan
karakteristik demografis, usia dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan mortalitas (p=0,618; p=0,181). Dari segi karakteristik klinis, GCS, heart rate, respiratory rate berhubungan dengan mortalitas (p<0,001), sedangkan MAP,
penyakit komorbid dan suhu tubuh tidak berhubungan dengan mortalitas (p=1,000; p=0,137; p=1,000; p=0,471; p=0,260; p=0,474; p=1,000; p=0,266).
Berdasarkan karakteristik tindakan, jumlah pemberian antibiotik tidak berhubungan dengan mortalitas (p=0,434), namun jumlah penggunaan alat invasif berhubungan dengan mortalitas (p=0,002). Dari segi karakteristik perawatan, lama rawat dan durasi infus tidak berhubungan dengan mortalitas (p=0,181; p=0,423), sedangkan durasi kateter urine dan durasi NGT berhubungan dengan mortalitas (p=0,021; p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa peningkatan respiratory rate (OR=1,335; p=0,003) dan durasi NGT (OR=9,849; p=0,003) merupakan faktor risiko independen mortalitas pada penderita sepsis.
Kata Kunci: Sepsis, Mortalitas, ICU.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Sepsis, Mortalitas, ICU. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Fakultas / Prodi: | Prodi Kedokteran |
| Depositing User: | Admin |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:12 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:12 |
| URI: | http://repository.fkunisa.my.id/id/eprint/25 |

