ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU YANG BEROBAT DI POLI PARU RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2024

RABIYANTI, MEY DWI (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU YANG BEROBAT DI POLI PARU RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2024. Sarjana (S1) thesis, Universitas Alkhairaat Palu.

[thumbnail of COVER+DAPUS_MEY DWI RABIYANTI..pdf] Text
COVER+DAPUS_MEY DWI RABIYANTI..pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI_MEY DWI RABIYANTI_FULLTEXT.pdf] Text
SKRIPSI_MEY DWI RABIYANTI_FULLTEXT.pdf

Download (3MB)

Abstract

INTISARI
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang hingga saat ini tetap menjadi salah satu persoalan kesehatan terbesar secara global. Penularan terjadi melalui droplet nuclei yang terhirup hingga mencapai alveolus paru. Di tingkat dunia, pada tahun 2024 diproyeksikan terdapat sekitar 10,6 juta penderita tuberkulosis dengan angka kematian mencapai 1,2 juta jiwa. Indonesia berada pada urutan kedua sebagai negara dengan jumlah kasus terbanyak setelah India, dan Sulawesi Tengah tercatat 44.555 kasus, termasuk 294 kasus yang ditemukan di RSUD Anutapura Palu. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian tuberkulosis paru. sebagai dasar perencanaan pencegahan dan pengendalian penyakit.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien yang menjalani pengobatan di Poliklinik Paru RSUD Anutapura Palu pada tahun 2024.
Metode: Analisis data dikerjakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dengan metode pendekatan case-control. Sampel penelitian mencakup pasien yang didiagnosis TB paru maupun yang tidak didiagnosis TB paru, serta menjalani perawatan rawat jalan di Poliklinik Paru RSUD Anutapura Palu pada tahun 2024, yang telah memenuhi kriteria inklusi sebanyak 122 responden.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat menggambarkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki pada kelompok usia dewasa akhir hingga lansia, dengan status gizi normal dan tanpa riwayat penyakit komorbid. Analisis bivariat Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan kejadian TB paru (p=0,039), yang mengindikasikan bahwa insiden TB paru lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Sementara itu, usia (p=0,494), status gizi (p=0,209), dan riwayat komorbid (p=0,088) tidak menggambarkan hubungan yang signifikan secara statistik.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian TB paru pada pasien yang berobat di RSUD Anutapura Palu tahun 2024 yaitu jenis kelamin. Sedangkan usia, status gizi, dan riwayat komorbid tidak menunjukkan hubungan bermakna.
Kata Kunci: Tuberkulosis paru, faktor risiko, jenis kelamin, case control.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Kata Kunci: Tuberkulosis paru, faktor risiko, jenis kelamin, case control.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Fakultas / Prodi: Prodi Kedokteran
Depositing User: Admin
Date Deposited: 18 Jun 2026 05:34
Last Modified: 18 Jun 2026 07:58
URI: http://repository.fkunisa.my.id/id/eprint/24

Actions (login required)

View Item
View Item