POLA RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA DI KOTA PALU PADA TAHUN 2023-2025

ROHADATUL AI’SY, NURUL MUJAHIDA (2026) POLA RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA DI KOTA PALU PADA TAHUN 2023-2025. Sarjana (S1) thesis, Universitas Alkhairaat Palu.

[thumbnail of COVER+ DAPUS_NURUL MUJAHIDA ROHADATIL AI'SY.pdf] Text
COVER+ DAPUS_NURUL MUJAHIDA ROHADATIL AI'SY.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI NURUL MUJAHIDA ROHADATIL AI'SY.pdf] Text
SKRIPSI NURUL MUJAHIDA ROHADATIL AI'SY.pdf

Download (11MB)

Abstract

INTISARI

Latar Belakang : Pneumonia merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, baik secara global maupun di Indonesia. Penatalaksanaan pneumonia bakteri sangat bergantung pada terapi antibiotik yang tepat. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik, sehingga menurunkan efektivitas pengobatan. Kota Palu merupakan salah satu wilayah dengan angka kasus pneumonia yang cukup tinggi, namun data terkait pola resistensi antibiotik pada bakteri penyebab pneumonia masih terbatas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi antibiotik pada bakteri penyebab pneumonia di Kota Palu selama periode tahun 2023–2025, serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya resistensi antibiotik.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kultur bakteri dan uji sensitivitas antibiotik di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel penelitian sebanyak 63 pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji nonparametrik Mann–Whitney U dan Kruskal–Wallis.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri penyebab pneumonia paling banyak adalah basil Gram Negatif, terutama Klebsiella Pneumoniae dan Pseudomonas Aeruginosa. Pola resistensi antibiotik selama periode 2023–2025 relatif menetap dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar tahun (p > 0,05). Antibiotik dengan tingkat resistensi tertinggi adalah cefepime, meropenem, dan ampisilin, sedangkan antibiotik dengan tingkat sensitivitas tertinggi adalah levofloxacin, chloramphenicol, dan amikacin. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan resistensi antibiotik adalah cara pengambilan sampel (p < 0,05), sementara jenis kelamin, usia, kota asal, rujukan fasilitas kesehatan, dan tahun pemeriksaan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Kesimpulan : Pola resistensi antibiotik pada bakteri penyebab pneumonia di Kota Palu selama periode 2023–2025 cenderung stabil tanpa adanya peningkatan signifikan. Bakteri Gram negatif masih menjadi penyebab dominan pneumonia dengan tingkat resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik lini utama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pemilihan terapi antibiotik yang lebih rasional dan efektif di Kota Palu.

Kata Kunci : Pneumonia, Pola Resistensi Antibiotik, Bakteri, Kota Palu

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Kata Kunci : Pneumonia, Pola Resistensi Antibiotik, Bakteri, Kota Palu
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Fakultas / Prodi: Prodi Kedokteran
Depositing User: Admin
Date Deposited: 18 Jun 2026 05:25
Last Modified: 18 Jun 2026 08:00
URI: http://repository.fkunisa.my.id/id/eprint/23

Actions (login required)

View Item
View Item